Dinas Ketahanan Pangan Tolikara Siapkan Pangan Lokal di 21 Distrik Rawan Pangan

Karubaga - Dinas Ketahanan Pangan Tolikara Program Kegiatan tahun 2021 menerima Alokasi Dana Bantuan dari Pemerintah Pusat lewat Banber yaitu Dana DAK Non Fisik dan Fisik penugasan bidang Pertanian. Sesuai dengan hasil validasi data peta rawan pagan tahun 2019,terdapat beberapa lokasi atau tempat rawan pagan. Dari acuan itu Kementerian Pertanian Pusat dan Badan Ketahanan Pagan Nasional menganggarkan Dana Alokasi Khusus DAK Non Fisik diterima di 5 gapoktan atau 5 Distrik masing - masing Distrik diantaranya Distrik Kubu, Distrik Wina, Distrik Aweku ,Distrik Woniki dan Distrik Karubaga.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Ketahanan Pagan Tolikara Desman Penggu di Kantornya usai menyalurkan Bantuan Dana melalui rekening gapoktan beberapa bulan lalu di karubaga 2021 “kami sudah salurkan dana melaui rekening kelompok gapoktan, kami hanya siapkan juknis untuk belanja beni,dan bahan – bahan pembuatan rumah bibit. Pendampingan dilakukan dari pendamping Dinas Ketahanan Pagan Tolikara”. Ujar Kepala Dinas Desman Penggu.

Dikatakannya Dana Alokasi Khusus DAK dianggarkan sebesar 350 juta rupiah dibagi di 5 gapoktan masing – masing menerima sebesar 70 juta rupiah. Pencairannya dalam 2 tahap setelah menerima tahap ke satu untuk tahap ke dua diterima setelah pekerjaan mencapai 100 persen. “pencairan dana dilakukan dalam dua tahap setelah tahap kesatu mencapai 100 persen dicairkan dana tahap ke dua,semua sesuai prosedur”. Tegas Kepala Dinas Desman Penggu.

Menurut Kepala Dinas Desman Penggu setelah pencairan Dana Alokasi Khusus DAK yang kesatu yaitu Non Fisik itu,dilanjutkan dengan Dana Alokasi Khusus DAK Fisik dengan anggaran sebesar 5 Milyar 600 Juta Rupiah. Sesuai data sekira 16 gapoktan atau 16 Distrik yang akan menerima bantuan.

Karena itu saat ini sedang menyiapkan administrasi Petani seperti buku rekening dan lainnya,tentunya dalam waktu dekat akan disalurkan melalui buku rekening masing – masing gapoktan.“kami berusaha 16 gapoktan ditambah dengan 5 gapoktan sebelumnya itu harus terealisasi sesuai harapan. Sehingga bantuan serupa di tahun – tahun mendatang tetap ada”. Pinta Kepala Dinas Desman Penggu.

Maka dari itu Kepala dinas Ketahanan Pagan Tolikara Desman penggu konsisten meningkatka lumbung pagan dari masing – masing lokasi rawan pagan karena program ini berkelanjutan setiap tahun.

Dinas Ketahanan Pagan Tolikara berkomitmen menyiapkan pagan di beberapa rawan pagan dengan komoditas hasil pertanian lokal. “untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari masyarakat Tolikara kita siapkan pagan lokal seperti sayur – sayuran, buah – buahan dan komoditas unggulan lokal lainnya”. Jelas Kepala Dinas Desman Penggu.

Kepala Dinas Desman Penggu menegaskan Dinas Teknis memetahkan peta rawan pagan hampir seluruh daerah Tolikara dan data itu diajukan kepada Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Nasional Pusat. Setelah menerima laporan itu Pemerintah Pusat memerintahkan tim survey turun ke daerah untuk survei. 

Dari hasil survey tim pusat itulah dijadikan rujukan untuk menentukan daerah mana yang layak menerima bantuan dana. ”yang menentukan daerah mana yang bisa terima bantuan itu ditentukan pemerintah pusat bukan kami Dinas,kami hanya siapkan data dan lakukan pendampingan di semua gapoktan”. Tegasnya.

Kepala Dinas Desman Penggu menambahkan kami tidak hanya terima dan simpan bahan pagan yang sudah jadi seperti beras dan bama lainnya,tetapi kami juga turun langsung ke lapangan mengajak masyarakat bertani. Bahan pagan yang kami simpan adalah hasil kerja kita sendiri yaitu pagan lokal seperti sayur - mayor,buah – buahan, boncis, wortel, cabe, bawang dan lainnya. Kami konsisten mengembangan pertanian dalam bentuk program serupa setiap tahun, dengan begitu meningkatkan ekonomi daerah bahkan meningkatkan kesejahteraan keluarga.(Diskominfo Tolikara)*