Pemkab Tolikara Kembali Salurkan Biaya Studi Akhir dan Pemondokan HMPT Mahasiswa

Jayapura- Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu factor  penting menentukan kemajuan suatu Negara dan daerah, generasi penerus bangsa yang ada saat ini mulai dari tingkat TK,SD,SMP,SMA bahkan Perguruan tinggi akan menjadi garda terdepan sebagai generasi penerus dalam melaksanakan estapet kepemimpinan. Maka dari itu Pemkab Tolikara dibawah kepemimpinan Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo,SE,M.Si dan Wakil Bupati Dinus wanimbo,SH,M.H dalam salah satu Misinya berkomitmen mengembangkan Kwalitas Sumber Daya Manusia. Guna mencapai Misi mulia itu Pemkab Tolikara megelontorkan berbagai program unggulan pegembangan kwalitas sumber daya manusia,salah satunya menyalurkan bantuan biaya studi akhir bagi mahasiswa yang sedang dalam proses menyelesaikan tesis,dan pratek. Selain itu Pemkab Tolikara juga menyalurkan bantuan biaya pemodokan atau biaya kontrakkan bagi pelajar dan mahasiswa yang menyebar di setiap kota studi di seluruh tanah air Indonesia.

 

Hal tersebut dikatakan Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan SDM Setda Kabupaten Tolikara Yunius tabuni,S.STP usai menyalurkan bantuan biaya studi akhir dan biaya pemodokan di Jayapura Jumat,11/09/2020 kemarin lalu.

 

“guna mengurangi beban biaya kuliah, Pemerintah Kabupaten Tolikara menyalurkan bantuan biaya studi akhir dan pemondokan serta bantuan Himpunan Mahasiswa Pelajar Tolikara (HMPT) bagi mahasiswa yang menyebar di setiap Kota Study di seluruh Indonesia. Ujar Kabag Perekonomian dan SDM  Yunius Tabuni.

           

Dikatakannya, bantuan telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing Korwil atau pemilik kontrakan. Ia berharap setiap Korwil dapat menggunakan dana bantuan secara baik. Sangat tidak dibenarkan jika dana bantuan dari Pemerintah digunakan untuk kepentingan atau urusan lain.

 

“Masing-masing Ketua Korwil harus menggunakan dana bantuan dari Pemerintah Daerah dengan baik, jujur dan bertanggung jawab sesuai dengan peruntukannya,” tegas Yunius Tabuni.

 

Dijelaskannya, jumlah bantuan ke mahasiswa tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Selain itu jumlah bantuan kali ini juga berbeda karena jumlah dana bantuan studi akhir berkurang karena jumlah biaya pemondokan dan HMPT meningkat atau bertambah. Sedangkan,  untuk bantuan studi langka mahasiswa sementara diperjuangkan.

 

“Jadi dana dari Pemerintah untuk adik-adik mahasiswa itu bukan gaji atau hak melekat, sewaktu-waktu bisa berubah sesuai kemampuan anggaran daerah. Pemerintah tidak menanggung seluruh beban biaya kuliah mahasiswa. Pada dasarnya Pemerintah hanya membantu meringankan beban kuliah. Biaya kuliah para mahasiswa sepenuhnya merupakan tanggung jawab setiap orang tua,” jelas Yunius Tabuni.

 

Terkait adanya ketidakpuasan karena terjadi keterlambatan dalam pelayanan bantuan ataupun karena beberapa kendala lainnya, Yunius Tabuni meminta kepada adik-adik mahasiswa agar bertanya ke pihaknya selaku Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan SDM Setda Kabupaten Tolikara. Tidak dibenarkan jika setiap persoalan atau kendala yang dihadapi selalu disampaikan ke media massa tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Pemerintah.

 

“Perlu dimaklumi bahwa situasi pandemi Covid-19 sekarang ini berbeda dengan situasi normal. Segala urusan saat ini tidak mudah karena kita harus mengikuti protokoler kesehatan. Saya meminta kepada adik-adik mahasiswa untuk bisa mengerti dengan kondisi ini. Kita bersyukur karena dalam situasi seperti ini kami tetap bekerja semaksimal mungkin untuk adik-adik semua dan semuanya dapat berjalan,” ungkap Yunius Tabuni.

 

Dikatakan pula, Pemerintah Kabupaten Tolikara saat ini sangat fokus pada upaya peningkatan SDM masyarakat. Oleh karena itu Bupati Usman G. Wanimbo, SE.,M.Si dan Wakil Bupati Dinus Wanimbo, SH.,MH sangat serius dalam memberikan perhatian bagi semua mahasiswa Tolikara di setiap Kota Studi di Indonesia.

 

“Selain biaya studi akhir, pemondokan dan HMPT, Pemkab Tolikara juga membangun asrama bagi mahasiswa di beberapa Kota Studi. Baru-baru ini kami juga menyalurkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 3000 lebih mahasiswa asal Tolikara di seluruh Indonesia yang terdampak Covid-19. Masing-masing mahasiswa mendapat BLT sebesar Rp. 2.500.000; jadi lebih dari 7 Milyar sudah habis untuk mahasiswa terdampak Covid,” pungkasnya.

 

Seperti diketahui, Pemkab Tolikara di bawah kepemimpinan Bupati Usman G. Wanimbo dan Wakil Bupati Dinus Wanimbo sangat serius dalam pembangunan sektor SDM putra-putri daerah. Selain memberikan perhatian pada pendidikan Tingkat Dasar, Menengah dan Perguruan Tinggi, pembangunan SDM masyarakat asli Tolikara bahkan dilakukan sejak anak masih dalam kandungan yakni melalui Program Asupan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).(Diskominfo Tolikara)*